Memenangi sebuah kompetisi tentu sangat membanggakan dan menggembirakan, kompetisi yang cukup bergengsi yaitu OSN Guru Tingkat Nasional yang diselenggarakan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional. Motivasi saya mengikuti OSN guru ini adalah untuk meningkatkan profesinalisme saya sebagai guru, sehingga dapat menjadi teladan dan motivator bagi siswa saya. OSN Guru merupakan wahana berkumpulnya guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, dengan demikian saya dapat belajar banyak hal dari rekan-rekan sesama peserta OSN Guru dan dapat menambah pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang nantinya dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah tempat saya mengajar. Pemahaman yang mendalam dari materi OSNG memberikan pengalaman intelektual tersendiri dan pengalaman tersebut dapat saya kembangkan dalam menyusun materi ajar sehingga peserta didik saya juga akan merasakan bagaimana indahnya seni matematika.

  Sebagai peserta OSN Guru, saya termotivasi untuk mengaktualisasi diri untuk senantiasa belajar dengan membaca buku-buku penunjang yang dapat memperkaya wawasan keilmuan saya serta meminta bimbingan kepada rekan-rekan guru lain. Berkat tekad  dan semangat yang kuat serta do’a dari kita semua, alahamdulillah saya sukses meraih medali emas di OSN guru matematika SMA/SMK tahun 2015. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi saya dapat memenangi kompetisi ini serta sebagai pembuktian diri bahwa saya mampu bersaing di tingkat nasional. Sebuah perjuangan yangpanjang dan melelahkan untuk mewujudkan sebuah mimpi dan harapan yang berakhir manis dapat berprestasi di tingkat nasional.

Tidak lanjut dari prestasi yang saya raih ini, Ditjen GTK mengapresiasibagi para guru yang berprestasi di tingkat nasional untuk dikirim ke luar negeri. Pada bulan Mei 2016, saya mendapat telepon dari Kementerian Pendidikan agar mengurus berbagai macam persyaratan untuk dikirim ke New Zealand yang semula dijadwalkan pada bulan September 2016, namun karena adanya perubahan anggaran di kementerian Pendidikan program tersebut dibatalkan. Pada bulan Januari 2017, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mempunyai program/kegiatan untuk mengapresiasi guru-guru pendidikan menengah  yang telah berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional pada ajang-ajang lomba yang  dilaksanakan  oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  pada tahun 2015  -  2016.Program ini diadakan selain sebagai bentuk apresiasi, juga sebagai ajang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan kinerja guru, serta untuk menjajaki kemungkinan kerja sama antar sekolah.Pengalaman yang luar biasa, saya dipertemukan dengan 43 bapak/ibu guru SMA/SMK yang berprestasi di tingkat nasional.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah memberikan penghargaanshort course di kota Beijing, Repubik Rakyat Tiongkok. Tujuan dari short courseini adalah: (1) untuk mendapatkan pengetahuan tentang pendidikan di Repubik Rakyat Tiongkok, kebijakan dan sistem pendidikan pada SMA dan SMK; (2) meningkatkan pemahaman materi pelajaran vokasi, terutama pada SMK serta kaitanya dengan dunia industri; (3) mendapatkan pengetahuan pendidikan; (4) mendapatkan pengalaman tentang proses belajar mengajar dengan terjun langsung melihat dan mengobservasi kegiatan belajar mengajar di sekolah lokal (SMA dan SMK) di kota Beijing; (5) mempelajari strategi penanaman pendidikan karakter di sekolah dimana Repubik Rakyat Tiongkok termasuk negara yang berhasil dalam pemberantasan korupsi; (6) dapat membangun jaringan dnegan sekolah, profesional, dan institusi terkait di Repubik Rakyat Tiongkok; dan (7) berkesempatan untuk mempelajari adat istiadat dan budaya Cina.

Sungguh pengalaman yang membanggakan dapat menimba ilmu di China, negara yang telah memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik di dunia dan telah membawa negara tersebut menjadi negara maju, serta diperhitungkan dalam bidang teknologi maupun sumberdaya manusianya. Saya sangat beruntung  dapat melihat secara langsung pembelajaran yang ada SMK 1 Yanqingmaupun SMA 1 Yanqing, sekolah yang bertaraf internasional tetapi masih melestarikan budaya-budaya tradisional Cina sebagai identitas suatu bangsa. Pendidikanyang menanamkan kedisipinan dan dipersiapkan secara cermat untuk menghadapi kompetisi dengan membiasakan siswa bekerja keras dalam belajar di sekolah. Sekolah-sekolah di Cina menerapkan waktu belajar yang lebih lama jika dibanding dengan yang ada di Indonesia, jadwal kegiatan belajar mereka : 07.30-08.00 literasi, 08.00-12.00 ada 4 pelajaran, dilanjutkan istirahat pada pukul 12.00-14.00, 14.00-17.00  ada 3 mata pelajaran dan 30 menit diantaranya  ada pelajaran Fisika.SMK di Cina merupakan institusi yang menghasilkan individu dengan keterampilan (skill) tertentu, yang di kemudian hari sangat membantu  siswa tersebut mendapatkan pekerjaan sesuai skill yang dimilikinya setelah mereka lulus.

Semoga pengalaman yang saya peroleh ini menjadi motivasi kita semua untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia, sehingga menghasilkan generasi yang mampu bersaing di dunia internasional dan membawa Indonesia menjadi negara maju. Pendidikan yang menumbuhkembangkan karakter-karakter bangsa dan tetap melestarikan  budaya kita sebagai identitas suatu bangsa, tanpa tergerus dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Kisah Inspiratif dari Bapak Agung Jumari, S.Pd., M.Pd. Guru SMA Negeri 1 Pati